Sukses

Apa yang Dilakukan Pemkab Banyuwangi Usai Gunung Raung Erupsi?

Liputan6.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi mulai melakukan mitigasi bencana erupsi Gunung Raung, dengan melakukan pemetaan daerah rawan bencana erupsi.

Diketahui sebelumnya Gunung Raung erupsi pada Rabu 27 Juli 2022, dan juga status Gunung Raung meningkat dari normal (level 1) menjadi level waspada (level 2).

Plt Kepala BPBD Banyuwangi, Ilzam Nuzuli mengatakan, pihaknya sedang melakukan mitigasi di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Lokasi ini diklaim sebagai lokasi terdekat dengan Gunung Raung.

Selain itu, dia menyebut untuk wilayah lain yang berpotensi paling berdampak di radius 3 km antara lain Desa Bumiharjo, Desa Sumbergondo dan Desa Margomulyo, Glenmore dan Desa Sumberarum, Songgon.

"Kita kemarin berada di Jambewangi. Kita lihat dulu dan mendengarkan keluhan masyarakat. Apakah ada dampak atau tidak di wilayah kaki Gunung Raung," katanya, Sabtu (31/7/2022).

Tak hanya itu, kunjungan ke kaki gunung Raung ini juga dilakukan untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tidak termakan hoaks terkait erupsi Gunung Raung.

"Saat ini masih aman. Kita sosialisasikan ke masyarakat agar tetap tenang tapi juga waspada," tambahnya.

Saat ini, beberapa kantor terkait kebencanaan juga susah menyiapkan berbagai peralatan dan logistik, jika nantinya status Gunung Raung meningkat menjadi siaga atau awas.

"Kantor dan instansi terkait sudah menyiapkan alat dan logistik untuk saat ini di kantor masing-masing. Jika nanti (status) meningkatkan jadi Siaga atau Awas langsung bergeser ke lokasi yang sudah kami tentukan," pungkasnya.

 

2 dari 2 halaman

Analisa Gunung Raung

Dalam laporan instansi terkait, tercatat anomali panas yang terdeteksi oleh citra satelit Terra dan Aqua di permukaan kawah terdeteksi pada tanggal 28 Juli 2022 sebesar 2 mW. Ini mengindiikasikan dinamika magma pada perukaan kawah Gunung Raung.

Sementara jenis gempa yang terekam selama periode 1 hingga 26 Juli 2022 yaitu Gempa Hembusan, Tremor, Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh.

Dengan rincian 377 kali gempa Hembusan, 18 kali gempa Vulkanik Dangkal, 8 kali gempa Tektonik Lokal,264 kali gempa Tektonik Jauh, dan gempa Tremor menerus dengan amplituda 0.5-8 mm (dominan 1 mm).

Pada tanggal 8 – 19 Juli 2022 terjadi peningkatan Gempa Hembusan hingga mencapai rata rata 28 kejadian per hari. Pemodelan GPS mengkonfirmasi bahwa telah terjadi inflasi di satu titik yang jaraknya lebih dari 10 km dari puncak pada permukaan kawah Gunung Raung periode Juni-Juli 2022.

Dapat disimpulkan bahwa terjadi migrasi massa pada kedalaman (2900 m di bawah puncak) yang menyebabkan perubahan dimensi 1,7 juta m3.