Sukses

Menelusuri Benteng Kedung Cowek Surabaya, Gudang Peluru dan Meriam Untuk Melawan Jepang

Liputan6.com, Jakarta Benteng Kedung Cowek Surabaya Jawa Timur merupakan salah satu wisata sejarah yang resmi ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Dahulu, bangunan peninggalan Belanda tahun 1915 ini dijadikan tempat menyimpan peluru untuk melawan Jepang. Benteng Kedung Cowek Surabaya kini sudah berusia 105 tahun.

Masyarakat setempat menyebut tempat ini sebagai Gudang peluru yang digunakan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Lokasinya tidak jauh dari gerbang tol Jembatan Suramadu, tepatnya di Kelurahan Kedung Cowek, Kenjeran, Surabaya.

Bangunan ini dipersiapkan oleh Belanda untuk melawan Jepang pada saat Perang Pasifik. Ditempat tersebut, Belanda menyimpan peluru dan Meriam yang akan digunakan sebagai pertahanan dan pelawanan.

Selain itu didalamnya juga terdapat beberapa bunker untuk berlindung. Tidak lama bangunan tersebut dirampas oleh jepang beserta isinya. Sehingga Jepang menggunakannya untuk menambah pertahanan sisi laut serta menambah persenjataan.

Namun, tidak lama kemudian, benteng tersebut direbut oleh pejuang Indonesia. Pasukan yang merebut benteng tersebut adalah pasukan Sriwijaya, yang kemudian menggunakannya sebagai alat perlawanan laut untuk menghadapi Kapal Inggris.

Benteng tersebut kini menjadi tempat yang indah untuk menikmati matahari terbenam dengan suasana berbeda. Dari atas benteng, Anda dapat melihat pantai Nambangan dan Selat Madura.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

2 dari 2 halaman

Wisata Sejarah

Benteng ini dikelilingi hutan yang menambah suasana tenang ketika berkunjung. Beberapa warga dan arek Suroboyo telah menggunakan spot ini sebagai tempat berfoto dan sering juga digunakan komunitas pesepeda sebagai tempat berkumpul atau titik tujuan.

Walau jalanannya yang belum sepenuhnya terawatt dan direnovasi. Masih tertutup semak belukar dan aliran sungai. Tempat ini dikabarkan berpotensi menjadi wisata bersejarah yang bisa dikunjungi wisatawan.

Diharapakn, Pemerintah Kota Surabaya bisa menindak lanjuti akses dan akomodasi dari objek bersejarah ini. Saat ini benteng ini diawasi oleh TNI Paldam Kodam Brawijaya V.

Pemerintah Surabaya juga menyiapkan lapangan tembak berkelas Internasional di sebelah benteng tersebut. Beberapa sumber mengatakan bahwa ada sekitar 200 pejuang yang gugur saat berjuang melawan penjajah demi kemerdekaan Indonesia.

Penulis: Aisyah Salma Izzatunnisa