Sukses

Kisah Bangunan Bioskop Sky Pernah Jadi Primadona Warga Surabaya

Liputan6.com, Jakarta Bioskop selalu menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk menikmati hiburan dari berbagai kalangan.

Pada perjalanannya, keberadaan bioskop tak hanya hadir di tengah masyarakat saat ini. Bioskop menjadi primadona warga Surabaya Jawa Timur pada 1980 an.

Adalah Bioskop Indra yang dulu Bernama Bioskop Sky. Kini bioskop itu hanya tanggal bangunan yang tidak tersentuh dan menyisakan kisah tentang senjakalanya.

Dahulu Bioskop Indra Surabaya menjadi favorit kalangan lanjut usia dan menengah keatas, bioskop tersebut juga memutar film Hollywood dan Box Office yang terkenal pada era 1980an. Bioskop Indra memang sangat Berjaya di era Tahun 1980-1987.

Bioskop ini juga dikenal dengan bioskop simpang ini terletak di Jalan Panglima Sudirman. Ruangan pada bioskop ini memang tidak begitu luas karna tempatnya yang berada di atas pertokoan. 

Bagi Anda yang ingin melihat bangunan ini, ada tepat didepan Balai Pemuda Surabaya.

Bangunan ini juga sempat dikabarkan akan menjadi bangunan cagar budaya, namun Disbudpar Surabaya menyanggah informasi itu. 

Bangunan tersebut sempat akan dijadikan hotel bintang lima namun hingga saat ini tidak terlaksana karena pihak pengembangan cagar budaya ingin ikut dalam proses pembangunannya. 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Pertahankan Karakteristik

Maka dari itu pemilik bangunan itu merasa enggan. Masa jaya Bioskop Indra semakin meredup karena tidak bergabung dengan 21. 

Begitu juga dengan Bioskop Mitra berada di sebrangnya yang memutuskan untuk bergabung dengan 21, akhirnya sedikit demi sedikit lebih naik eksistensinya. 

Bioskop Indra memutuskan untuk tidak bergabung dengan 21 dan memilih berdiri diatas kakinya sendiri yang pada akhirnya juga gulung tikar pada Tahun 1987. 

Bioskop Indra dikenal konsisten mempertahankan karakterisitiknya dengan bangunan lama dan pasar lansia atau kalangan menengah keatas. 

Selain itu eksistensi Bioskop Indra juga meredup akibat munculnya program televisi swasta pada saat itu yaitu RCTI.

 

Penulis: Aisyah Salma Izzatunnisa