Sukses

Hikayat Sego Romo, Kuliner Legendaris dari Gresik yang Mulai Langka

Liputan6.com, Gresik - Kuliner legendaris sego romo kini mulai tergerus zaman, kuliner khas Kabupaten Gresik tersebut mulai langka dan sulit dicari. Bahkan saat ini hanya bisa di dapati di daerah Romo Manyar, itu juga sedikit yang menjual.

Nama Sego Romo diambil dari desa asal kuliner tersebut yaitu dari Desa Romo Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Sebagian orang Gresik menyebutnya Bubur Romo. Disebut demikian karena memang bentuk atau teksturnya yang memang mirip dengan bubur.

Makanan ini juga punya cerita sejarah tersendiri. Konon, ceritanya, ada seorang wanita warga Desa Romo yang serba kekurangan. Dia kemudian berkeluh kesah kepada seorang dari Sembilan Wali.

Sang Wali kemudian menyarankan agar si wanita menjual desanya. Si wanita itu kebingunan menerjemahkan petunjuk tersebut.

Akhirnya, si wanita menemukan jawaban teka-teki tersebut. Dia diminta untuk menjual Sego Roomo yang memang menjadi makanan khas desa setempat.

Dan, jadilah kebiasaan warga Romo berjualan Sego Romo jika berada di luar desa tersebut.

Kuliner khas Gresik ini punya karakter yang berbeda dengan makanan khas lainnya. Makanan ini disajikan di atas wadah dari daun pisang yang disebut takir yang dituangi sayur dan krupuk dan diberi bubur berwarna kuning yang disebut dengan Roomo.

Di bagian atas ditaburi koya yang terbuat dari parutan kelapa goreng yang juga dicampuri sambal. Rasanya ada gurih, ada pedasnya dan bercampur rasa bubur yang dominan rempahnya.

Jika Anda kebetulan sedang berada di daerah ini, tak ada salahnya mencicipi sego romo yang mulai langka. Harganya juga terjangkau, sekarang bisa yakni Rp5 ribu sampai Rp10 ribu.