Sukses

Cerita Warga Kediri Rela Wakafkan Tanah Untuk Arca Pentul

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat Dusun Kranggan, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri terlihat berkumpul di samping Sungai Kalasan. Menggelar tikar sembari menata makanan untuk acara selamatan. 

Usut punya usut, selamatan ini bukan untuk bersih desa atau selamatan seperti biasa. Melainkan dalam rangka doa bersama sebelum melakukan pengangkatan benda cagar budaya, Arca Pentul yang bertahun-tahun berada di aliran sungai tersebut. 

Di selamatan itu, salah satu pria paruh baya berpakaian hitam kombinasi merah terlihat sibuk menyiapkan beberapa perlatan untuk proses pengangkatan arca yang oleh masyarakat sekitar sering disebut sebagai Mbah Pentul

Pria itu adalah Gundriwo. Salah satu warga yang rela mewakafkan tanahnya untuk ditempati arca yang diangkat tersebut. Dari pewakafan yang dilakukannya itu, dirinya bermaksud agar arca ini nantinya akan dijadikan sebagai media pendidikan budaya. 

Mulanya, niat baiknya ini muncul manakala Gundriwo sering beraktivitas di sekitar sungai tersebut dan mendapatkan bisikan. Yakni sang pembuat arca ingin benda berbentuk seperti topeng pentul di tarian kuda lumping ini dapat dijadikan pendidikan budaya oleh banyak orang. 

Saksikan video pilihan berikur ini:

2 dari 2 halaman

Pelestarian

“Boleh percaya boleh tidak. Dari leluhur yang membuat yoso benda purbakala ini ingin diangkat untuk menjadi tauladan atau pembelajaran,” tutur Gundriwo.

Keyakinannya mendedikasikan tanah pribadi untuk pelestarian peninggalan sejarah ini semakin mantap saat teman-temannya menyampaikan rasa iba terhadap Arca Pentul yang telah lama di aliran sungai.

Pria berusia 68 tahun ini menyebutkan luas tanah yang akan diwakafkannya ini berupa akses jalan sepanjang 100 dengan lebar 2 meter, dan 5 x 9 meter untuk penempatan arca.