Sukses

Barang Bawaan Calon Jamaah Haji Embarkasi Surabaya Disita

Liputan6.com, Jakarta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Jawa Timur menyita sejumlah barang bawaan yang dibawa calon jamah haji.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Husnul Maram mengatakan, sejak pemberangkatan kelompok terbang (kloter) 1 hingga 3, paling banyak PPIH Embarkasi Surabaya menyita alat pengisi daya atau power bank yang dibawa jamaah calon haji. 

Dia menjelaskan, barang bawaan tersebut disita karena tidak diperbolehkan menurut aturan penerbangan internasional. Dia mengatakan, dalam penerbangan internasional sebenarnya sudah disosialisasikan kepada jemaah calon haji

"Tapi, sampai hari ketiga pemberangkatan masih saja ada jemaah haji yang membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan itu," katanya, Senin (6/6/2022). 

Maram menjelaskan terdapat sebanyak 11 koper milik jemaah Kloter 1 yang terdeteksi Sinar X karena membawa barang-barang yang dilarang. 

"Di antaranya ditemukan sebanyak 10 power bank," ujarnya dikutip dari Antara. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur itu menandaskan salah satu koper milik calon haji asal kloter 1 yang diamankan ditemukan berisi beras sebanyak 5 liter.   

"Membawa power bank dilarang dalam penerbangan internasional karena tergolong mudah meledak. Kami juga mengimbau jemaah tidak perlu membawa beras karena selama berada di Tanah Suci sudah dijamin makanannya," ucapnya. 

Saksikan video pilihan berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Rokok Hingga Beras

Saat pemeriksaan barang bawaan jamaah calon haji Kloter 3, pada Minggu, 5 Juni lalu, PPIH Embarkasi Surabaya kembali menemukan sebuah koper yang berisi power bank.

"Dari jamaah Kloter 3, paling banyak kami menyita rokok. Ada sebanyak 10 bungkus rokok yang kami amankan," kata Maram.

Dia menjelaskan sebanyak 10 bungkus rokok itu terpaksa harus dibongkar dari dalam koper karena melebihi batas maksimal yang diperbolehkan aturan penerbangan internasional. 

"Batas maksimal yang diperbolehkan dalam penerbangan internasional hanya sebanyak 200 batang rokok atau 2 slop saja," katanya.

Lebih lanjut, Kakanwil Maram mengingatkan agar para jemaah yang akan berangkat dengan Kloter berikutnya mematuhi aturan penerbangan tersebut. 

"Ada beberapa barang yang sama sekali tidak boleh masuk ke Arab Saudi, salah satunya obat yang tidak jelas komposisinya. Sedangkan obat-obatan dan multivitamin yang mereknya terdaftar di BPOM masih bisa masuk Saudi, sepanjang dibawa dalam jumlah yang wajar, yaitu sebatas dua atau tiga strip saja. Kalau membawa lebih dari 50 strip obat-obatan, ini mau ibadah atau jualan?" tuturnya. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.