Sukses

Sejuknya Wisata Alam di Sekolah Pramugari Kampung Tumo Bojonegoro

Liputan6.com, Jakarta Liburan bersama keluarga untuk menikmati alam akhir-akhir ini banyak diminati. Seperti di Kampung Tumo Bojonegoro Jawa Timur yang kerap rampai dikunjungi wisatawan.

Kampung Tumo ini berada di Dusun Tumo Desa Hargomulyo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro. Tempat ini dikenal dengan keasrian alamnya yang masih terjaga. 

Padahal awal berdirinya Kampung Tumo Bojonegoro ini ialah tempat sekolah bagi para pramugari maupun perhotelan dengan standar yang cukup tinggi. Bahasa kesehariannya adalah Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional.

Sekolah ini didirikan oleh Kang Priyo, pria asal Dusun Tumo sendiri yang juga masih aktif di salah satu maskapai penerbangan internasional. Priyo dibantu rekan-rekannya dalam membangun sekolah yang lulusannya tersebar di beberapa maskapai di Indonesia bahkan Internasional. 

"Kampung Tumo ini awalnya kita buat sebagai Training Center. Jadi kita adalah cabang kedua dari kampung Pare Kediri atau Kampung Inggris," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa dari sanalah semangatnya tercipta dan direalisasikan di tanah kelahirannya sendiri. 

"Saya memilih di tempat ini yang berada di tengah sawah agar jauh dari permukiman," tambah Kang Priyo. 

Keputusan ini diambil karena kegiatan mengajar kadang bisa sampai malam hari sehingga tidak ingin mengganggu ketenangan warga sekitar.

Disini para murid pramugari dan perhotelan mendapatkan materi pembentukan karakter dan pembentukan mindset. 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Cafe dan Kuliner

Menurutnya ini sangat penting untuk menjadi bekal para murid di lapangan kerja nantinya. Pembekalan karakter ini adalah sebuah pelatihan pengembangan diri yang di peruntukkan untuk anak remaja dan dewasa.

Pelatihan pengembangan diri meliputi berbagai jenis pelatihan seperti Motivation training, Mental Building, Character Building, Leadership, Public speaking, team work, Attitude dan lainnya. 

Peserta yang mendaftar bersekolah di Kampung Tumo sudah mencapai ribuan se-Indonesia. 

"Tetapi karena masih pandemi, sekolahnya belum kami buka pendaftarannya lagi," tegasnya.

Disamping memilih tempat di tengah sawah, ternyata juga untuk menyiapkan lahan agar ketika telah berkembang tidak berpindah tempat dan menambah media edukasi lainnya. 

"Rencananya akan ada wisata edukasi menanam padi dan penginapan sederhana," katanya. 

Tak hanya itu, terdapat juga kolam renang serta area panahan untuk meningkatkan skill pengunjung.

Semakin berkembangnya Kampung Tumo ini, ia mulai merambah ke bidang usaha cafe dan kuliner dengan harga yang sangat terjangkau. 

Di cafenya kita bisa nongkrong dengan suasana alam yang tenang, bisa juga bernyanyi dengan alat musik yang lengkap secara gratis atau mengerjakan tugas dengan tenang karena adanya akses wifi juga.

"Kami membuat tempat ini senyaman mungkin agar para pengunjung mupun peserta pelatihan betah dan kangen dengan suasana disini," tuturnya. 

Kang Priyo berharap agar nama Kampung Tumo tidak hanya dikenal masyarakat Bojonegoro sebagai cafe dengan nuansa alam tetapi juga sekolah pramugari dan perhotelan dengan standar Internasional.

Bagi yang ingin mengunjungi Kampung Tumo bisa langsung mendatangi mulai pukul 10.00 - 21.00 WIB setiap harinya. Informasi selanjutnya bisa mengunjungi akun Instagram @kampungtumo.