Sukses

Dibalik Poster dan Boneka Macan Pada WSL 2022 Banyuwangi

Liputan6.com, Jakarta Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur akan menggelar World Surf League (WSL) Championship pada 28 Mei 2022 mendatang.

Kegiatan tersebut digelar di area Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi hingga 6 Juni 2022. Namun, beberapa kendala menjadi perhatian penyelenggara lantaran lokasinya di area hutan.

Salah satunya gangguan binatang monyet. Koordinator Perlindungan dan Pemantapan Wilayah Balai Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi Sucipto mengatakan, panitia memasang gambar macan dan boneka macan di sejumlah sarana infrastruktur.

Seperti pada tower telekomunikasi dan mobil. Ide itu muncul dari pengelola TN Alas Purwo. Dia mengakui, satwa monyet memang terkenal hewan yang usil. 

Monyet mudah penasaran dengan sebuah benda benda yang mencolok termasuk sarana infrastruktur. Sehingga terkadang mereka cenderung merusak.

"Meski tidak sering tapi pernah monyet-monyet itu merusak infrastruktur, termasuk mobil pengunjung," kata dia, Jumat (26/5/2022).

Dia mengatakan, Monyet di TN Alas Purwo terbilang sudah cukup dekat dengan manusia. Sehingga ketika melihat manusia, monyet di sana cenderung mendekat.

Saksikan video pilihan berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Prank

Dia menjelaskan, kebiasaan monyet alas purwo dekat dengan manusia karena sering diberi makan oleh pengunjung. Sehingga, jika ada pengunjung, monyet selalu mendekat. 

"Bahkan berebut dan jadi sebuah atraksi satwa tapi itu sebetulnya gak boleh tapi pengunjung masih ada saja yang melakukan itu sehingga jika tidak dikasih akan merampas plastik bawaan pengunjung atau sesuatu yang mirip dengan makanan," ujarnya.

Dia menjelaskan, pemasangan boneka dan gambar macan, lanjut Sucipto, adalah belajar dari sistem rantai makanan di alam. Dimana monyet ataupun lutung Jawa adalah salah satu makanan dari macan tutul.

"Jadi secara tidak langsung monyet akan takut mendekat jika ada gambar atau boneka yang mirip dengan predatornya yaitu macan tutul," tegasnya.

Kendati demikian, biasanya ketakutan monyet itu tidak akan berlangsung lama. Monyet lambat laun akan paham bila tengah di-prank.

"Tapi kadang gak bisa bertahan lama, kalau sudah ada monyet di dekatnya, tapi kok macannya gak gerak, lama kelamaan nanti monyetnya sadar kalo di-prank. Tapi minimal dalam beberapa hari dia takut untuk mendekat," tandasnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.