Sukses

3.665 Santri Terima Beasiswa dari Pemkab Pamekasan

Liputan6.com, Pamekasan - Pemkab Pamekasan di Pulau Madura, Jawa Timur, hingga kini telah memberikan beasiswa kepada 3.665 orang santri berprestasi dari kalangan warga miskin dan kurang mampu di wilayah itu. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menerangkan, selain dalam rangka meningkatkan SDM, program beasiswa santri ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada kaum santri dalam ikut memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

"Negara telah mengakui perjuangan kaum santri dalam ikut berjuang mengusir penjajah di Indonesia dengan menetapkan hari santri. Maka, sebagai bentuk dukungan, pemkab perlu mengapresiasi dalam bentuk lain, yakni dalam bentuk beasiswa santri ini," kata Baddrut Tamam dalam diskusi terbatas insan pers dan praktisi pendidikan,  di Pamekasan, Senin (23/5/2022). 

Ia menjelaskan, beasiswa santri ini merupakan yang pertama diberlakukan di Pamekasan sejak dirinya memimpin Kabupaten Pamekasan. Bahkan, sambung dia, program tersebut merupakan salah satu dari lima program prioritas yang dicanangkan Pemkab Pamekasan selain kesehatan, reformasi birokrasi, infrastruktur dan ekonomi.

"Di Pamekasan, program beasiswa santri mulai digelar sejak 2020," imbuhnya

Kala itu, santri dari kalangan keluarga miskin dan kurang mampu yang mendapatkan bantuan beasiswa sebanyak 1.665 orang. Pada tahun 2021 sebanyak 2.000 orang, sehingga, total jumlah santri yang mendapatkan bantuan beasiswa sebanyak 3.665 orang.

"Untuk program ini, Pemkab Pamekasan bekerja sama dengan 37 lembaga pondok pesantren yang ada di Kabupaten Pamekasan," katanya.

Santri yang menerima bantuan program ini, tidak hanya berupa uang pendidikan saja, akan tetapi juga kebutuhan sehari-hari santri senilai Rp500 ribu per bulan. Mereka yang menerima bantuan beasiswa santri ini juga dilatih keterampilan khusus, seperti kewirausahaan, teknik dan manajemen usaha, termasuk pertanian dan peternakan.

"Tujuannya, agar setelah mereka kembali ke masyarakat memiliki keterampilan yang mumpuni, dan mandiri. Karena, pemkab menginginkan, mereka bisa membuka lapangan kerja, bukan mencari kerja," katanya, menjelaskan.

Simak juga video pilihan berikut ini: