Sukses

Okupansi Hotel di Magetan Alami Peningkatan

Liputan6.com, Magetan Hari Raya Idul Fitri 1443 H tahun ini berbeda, dengan tidak diberlakukannya larangan mudik  dan penyekatan mulai, dirasakan maanfaatnya bagi pengusaha penginapan dan hotel di wilayah Magetan, karena okupansi hotel mencapai 75 persen dibanding tahun sebelumnya, yang hanya sekitar 10 persen. 

Walaupun meningkat, namun tidak semua hotel memiliki okupansi tinggi.Sebagian pengusaha tidak memaksimalkan pendapatan selama libur Lebaran.

 

"Kali ini peningkatan cukup tinggi, masih cukup banyak ruang untuk para pelancong,’’ ungkap Irvan Dwi Chandra, pemilik hotel dan restoran di kawasan Sarangan Minggu (8/5)

Ia menyebut puncak okupansi hotel terjadi di saat  hari Rabu dan Kami atau dari 4-5 Mei, dan dua hari itu 

Dia menyebut puncak okupansi hotel terjadi pada hari Rabu dan Kamis atau tanggal 4 dan 5 Mei 2022. Dua hari itu adalah hari pertengahan libur usai hari Raya yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2022. Menurutnya, di saat itulah para pelancong menghabiskan waktu di Magetan dengan menginap.

Diketahui, kunjungan di Sarangan cukup tinggi, namun dibandingjakan  tapi tak sebanyak di tahun 2019 saat belum ada pandemi. Hotel-hotel di Sarangan biasanya dipadati warga luar daerah yang hendak berlibur di Sarangan. Setidaknya mereka akan menghabiskan semalam di Magetan untuk berkunjung di Sarangan dan destinasi wisata yang lain.

‘’Kalau saat ini warga lokal juga banyak yang berkunjung ke Sarangan ini warga lokal saja. Sehingga, tidak sampai menginap,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan Joko Trihono mengungkapkan seiring jumlah pengunjung Sarangan yang mencapai belasan ribu tersebut membuat okupansi hotel terutama yang bekerjasama dengan online travel agent (OTA) jadi naik.

“Untuk hotel ada kenaikan, tetapi bagi hotel yang bekerjasama dengan online travel agent (OTA). Jadi untuk OTA ini cukup signifikan kenaikannya, hampir okupansi 100 persen. Sementara untuk hote

 

Simak juga video berikut ini