Sukses

Terminal Arjosari Mulai Dipadati Arus Balik Pemudik

Liputan6.com, Malang Puncak arus balik penumpang mulai terlihat di sejumlah daerah, seperti di Terminal Arjosari, Kota Malang,Jawa Timur, pada H+3 Idul Fitri 1443 Hijriah mulai mengalami peningkatan, yang didominasi pengguna jasa bus antarkota dalam provinsi (AKDP).

Petugas Terminal Arjosari Malang Imam Supriono mengatakan, jumlah penumpang AKDP yang berangkat dari terminal tersebut, mengalami kenaikan 42 persen pada Kamis (5/5).

"Kondisi pada Lebaran kali ini sangat berbeda dari tahun lalu. Karena tahun lalu tidak ada kenaikan, saat ini sudah signifikan," kata Imam, seperti dilansir dari Antara Jumat (6/5)

Imam menjelaskan, pada 5 Mei , jumlah pengguna jasa AKDP tercatat mencapai 3.925 orang yang meningkat dibanding hari sebelumnya sebanyak 2.260 penumpang. Sementara pengguna jasa bus AKAP, dari hari sebelumnya sebanyak 726 orang menjadi 574 orang.

Menurutnya, kenaikan jumlah penumpang yang meninggalkan wilayah Malang Raya sudah mulai terjadi pada hari kedua perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah. Pada periode tersebut, penumpang bus AKDP naik 46 persen dan pengguna AKAP naik 27 persen.

Sementara untuk jumlah bus AKDP yang dipergunakan untuk melayani penumpang tersebut berkisar antara 171-284 unit per hari. Sementara untuk bus AKAP, berkisar antara 25-48 unit per harinya.

"Untuk saat ini masih belum ada penambahan jumlah armada bus, karena yang reguler masih bisa memenuhi permintaan," ujarnya.

Ia memperkirakan jumlah penumpang bisa terus bertambah hingga dua hari ke depan. Dalam upaya untuk mengantisipasi adanya jumlah peningkatan pengguna jasa angkutan bus tersebut, pihaknya telah menyiapkan kurang lebih tujuh personel setiap harinya.

"Untuk personel yang kita siagakan ada tujuh orang. Namun itu belum termasuk personel gabungan yang disiagakan," katanya.

Sementara, untuk jumlah kedatangan penumpang di Terminal Arjosari Malang, sampai 5 Mei tercatat ada sebanyak 2.370 orang penumpang yang menggunakan jasa bus AKDP. Sementara untuk pengguna jasa AKAP, tercatat sebanyak 106 penumpang.

Para pengguna jasa bus AKDP tersebut, mayoritas berasal dari wilayah Surabaya Raya dan Mojokerto. Sementara untuk pengguna bus AKAP, mayoritas didominasi tujuan Jakarta dan wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, salah seorang pemudik yang akan kembali ke Jakarta, Ponidi (52) mengatakan bahwa pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah kali ini,  bersyukur bisa mudik ke kampung halaman di wilayah Kabupaten Malang.

Selama dua tahun pandemi penyakit akibat penyebaran virus corona, bersama keluarga memutuskan untuk tidak melakukan mudik ke kampung halaman. Ia menggunakan angkutan bus untuk mudik kali ini karena kehabisan tiket kereta api.

"Saya dan keluarga lega karena kali ini sudah bisa mudik setelah dua tahun tidak bisa. Kali ini pemerintah memberikan kelonggaran untuk mudik," ujarnya.

Ponidi mengaku selama perjalanan mudik Lebaran 2022 yang dilakukan pada 29 April, tidak ada kendala kemacetan pada saat menuju wilayah Kota Malang. Ia berharap, pada saat melakukan perjalanan kembali ke Jakarta juga tidak terjebak kemacetan.

"Kami melakukan perjalanan hari ini karena 9 Mei sudah masuk kerja. Memang lebih awal agar bisa beristirahat di Jakarta sebelum masuk kerja," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan akan ada sebanyak 16,8 juta orang yang akan mudik ke Jawa Timur, dimana sebanyak 47 persen menggunakan mobil pribadi termasuk ke wilayah Malang Raya.