Sukses

Kawah Ijen, Wisata Menantang di Jawa Timur Mengisi Libur Lebaran

Liputan6.com, Banyuwangi - Pendakian di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi Jawa Timur akhirnya dibuka lebih awal. Hal ini menguntungkan wisatawan, karena bisa melihat fenomena alam blue flame satu-satunya di dunia ini.

Kepala Pos TWA Kawah Ijen, Sigit Haribowo membenarkan adanya perubahan jam pendakian di TWA Kawah Ijen. Waktu pendakian di TWA Kawah Ijen akan dimulai pukul 02.00 hingga 12.00 WIB. Perubahan jam pendakian itu berlaku mulai 30 April 2022.

"Benar, ada perubahan jam pendakian TWA Kawah Ijen. Awalnya jam 03.00 WIB ke jam 02.00 WIB," ujarnya, Kamis (28/4/2022).

Perubahan jam pendakian TWA Kawah Ijen dikarenakan banyaknya masukan dari masyarakat dan aspek teknis lainnya. Sehingga, setelah mempertimbangkan BBKSDA Jatim akhirnya menyetujui adanya perubahan jam pendakian.

Kegiatan pendakian wajib mengikuti ketentuan SOP pendakian yang berlaku. Antara lain mempersiapkan peralatan keamanan pendakian dasar (senter, masker, pakaian anti dingin) serta mengikuti protokol kesehatan.

"Pemesanan tiket masuk dilakukan secara online melalui website www.tiket.bbksdajatim.org serta menunjukkan kartu vaksin melalui website PeduliLindungi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M.Y. Bramuda mengaku senang dengan perubahan jam pendakian TWA Kawah Ijen. Dia optimistis kunjungan wisata di TWA Kawah Ijen bakal naik.

Dibukanya destinasi ini lebih baik, tentu merupakan kabar baik karena wisatawan bisa kembali melihat blue flame. Sebab selama pandemi Covid-19, jam buka tiket pendakian itu jam 3 dini hari sementara perjalanan ke puncak Ijen ditempuh sekitar 3 jam.

"Jadi ndak nutut kalau ingin melihat blue flame," tambahnya.

Pihaknya mengapresiasi BBKSDA Jatim yang telah menyerap aspirasi wisatawan yang ingin melihat blue flame di TWA Kawah Ijen.

"Terima kasih kepada BBKSDA Jatim telah mengubah jam pendakian lebih awal. Saya optimis wisata Banyuwangi ini bisa kembali menarik wisatawan seiring dengan mulai bergeliatnya pariwisata Indonesia," ia menambahkan.