Sukses

Fakultas Kedokteran Unair Masuk 400 Besar Terbaik Seluruh Dunia

Liputan6.com, Surabaya - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menduduki peringkat ke 401-450 peringkat dunia versi "Quacquarelli Symonds World University Rankings" by Subject 2022. Posisi itu pun meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. 

Dekan FK Unair Prof. Budi Santoso mengatakan tahun lalu FK Unair berada di posisi antara 551-600 dunia. Ia pun mengaku bersyukur dengan peningkat rangking yang cukup siginifikan tersebut. 

"Alhamdulillah, FK Unair mendapatkan sebuah peningkatan ranking yang luar biasa. Loncatan 100 poin lebih peringkat kami tentunya kami bersyukur dan senang. Tetapi ini sekaligus menjadi tantangan bagaimana ke depan di global ranking bisa naik lagi," ujar Prof Budi.

Selain melesatnya peringkat FK Unair di dunia, peringkat fakultas tersebut di Indonesia juga naik. Menurut dia, tahun lalu yang berada di posisi keempat di Indonesia menjadi urutan kedua di bawah FK Universitas Indonesia dan menggeser FK Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sebelumnya di peringkat dua.

 

2 dari 2 halaman

Indikator Pendukung

Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari beberapa indikator yang telah dipenuhi FK Unair, seperti H-index Citations, Citation per Paper, Academic Reputation, Employer Reputation, daya tampung SBMPTN 2022, dan peminat FK Unair 2021.

"Yang dinilai terkait tiga hal, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kami juga meningkatkan jurnal-jurnal di FK Unair dari sisi kualitas dengan melakukan bimbingan terus kepada dosen dan mahasiswa," ucapnya.

"Para pengelola juga diadakan pelatihan khusus agar jurnal kualitasnya semakin baik," kata dia menambahkan.

Tak hanya itu, dalam proses pembelajaran, FK Unair juga mengusung konsep entrepreneurship untuk memperluas kompetensi lulusannya. 

"Kurikulum di FK Unair berkaitan dengan entrepreneurship karena tidak selalu berkonotasi dengan bisnis. Kami ajarkan mahasiswa bagaimana menuangkan ide dan tindakan kreatif terhadap sebuah peluang," tuturnya

"Karena peluang itu harus diciptakan dan diubah sebagai tantangan untuk menjadi ide kreatif, serta tindakan-tindakan yang membawa pengaruh cukup besar," kata Prof. Budi menambahkan.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: