Sukses

Jangan Risau, Stok Beras di Malang Raya Aman Jelang Ramadan

Liputan6.com, Malang - Perum Bulog Cabang Malang menjamin stok beras saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang datangnya bulan Ramadan pada April 2022.

Kepala Perum Bulog Cabang Malang Supriyono di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan bahwa saat ini stok beras yang dikuasai oleh Bulog Cabang Malang mencapai 4.800 ton dan mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat hingga sepuluh bulan ke depan.

"Untuk stok saat ini berada dalam posisi yang aman, menjelang Ramadhan," kata Supriyono dilansir dari Antara.

Supriyono menjelaskan Perum Bulog Cabang Malang pada 2022 menargetkan pengadaan gabah setara beras mencapai 16.000 ton. Saat ini total realisasi serapan gabah setara beras yang dilakukan Bulog Malang tercatat sebesar 50 ton.

Menurutnya, serapan gabah setara beras tersebut mayoritas dilakukan di wilayah Kabupaten Malang yang merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur. Saat ini di wilayah tersebut sudah memasuki masa panen meskipun belum puncak.

"Untuk pengadaan tahun ini sebesar 16 ribu ton dan terealisasi 50 ton. Saat ini sudah mulai memasuki masa panen di Kabupaten Malang, namun masih belum banyak," ujarnya.

 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Stok Gula

Ia menambahkan selain beras, komoditas lain yang dikuasai oleh Perum Bulog Cabang Malang adalah gula sebesar 103 ton. Sementara untuk tepung terigu dan minyak goreng, Perum Bulog Cabang Malang tidak memiliki stok.

"Untuk gula terdapat stok 103 ton. Tepung terigu dan minyak goreng saat ini kosong," ujarnya.

Wilayah kerja Perum Bulog Cabang Malang meliputi wilayah Malang Raya yang terdiri dari Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Selain itu, Bulog Malang juga memasok kebutuhan untuk wilayah lain seperti Kabupaten, dan Kota Pasuruan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, pada Februari 2022 harga komoditas beras tercatat mengalami penurunan sebesar 0,26 persen dan mampu memberikan andil untuk menghambat inflasi Kota Malang 0,01 persen.