Sukses

Lengger Tapeng, Tarian Mistis Asal Kulon Progo untuk Bayar Doa

Liputan6.com, Yogyakarta - Tari Lengger Tapeng merupakan seni pertunjukan yang berasal dari Desa Nglinggo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Tarian ini dibawakan oleh para penari yang menggunakan topeng berbagai macam karakter, seperti bidadari, hanoman, raksasa, hingga beberapa makhluk lainnya.

Dikutip dari berbagai sumber, Tarian Lengger Tepeng termasuk langka dan jarang ditemui karena hanya ada di desa setempat, yakni Desa Nglinggo. Bukan hanya sekedar warisan budaya, tarian ini juga memiliki beberapa makna.

Salah satunya adalah jer basuki mawa bea dalam pepatah Jawa, yang artinya membutuhkan sebuah modal untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Tarian Lengger Tapeng, juga menjadi salah satu bentuk penebus atau pembayar nazar bagi masyarakat di Desa Nglinggo Kulon Progo.

Masyarakat setempat biasanya akan berdoa bersama sebelum acara Tarian Lengger Tepeng dimulai. Doa yang dipanjatkan pun dapat bermacam-macam. Mulai dari meminta rezeki, menyekolahkan anak, hingga cepat panen.

Pada zaman dahulu, tarian ini menjadi sarana Sunan Kalijaga untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat.

Tarian Lengger Tepeng juga memiliki unsur magis. Saat pertunjukan, tidak sedikit dari penari kerasukan arwah-arwah leluhur.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Tidak Sadar

Para penari Lengger Tepeng akan menari di alam bawah sadar, hanya mengikuti alur tarian. Diiringi dengan tatapan kosong, dengan badan yang masih menggolek mengikuti alunan musik.

Saat berperan menjadi hewan, maka penari akan bertingkah laku seperti hewan. Berperan menjadi burung, penari meniru kelakuan burung tersebut.

Sang penari tentu tidak lepas begitu saja. Kondisi ini dinamakan “mabuk” oleh para pelakon. Didampingi oleh seorang ahli yang sudah berpengalaman, penari akan dijaga dan dibantu sadar jika sudah terlewat batas.

Saat tari ini berlangsung, bukan hanya menarik wisatawan yang hadir dan berkunjung ke Desa Nglinggo. Atraksi ini juga masih menarik warga sekitar, yang berkumpul dan menonton saat para pelakon menunjukkan tarian ini.

Saat ini, Lengger Tapeng memang dijadikan atraksi wisata oleh Desa Nglinggo. Namun, tidak jarang warga juga masih menjadikannya penebus doa.

(Tifani)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.