Sukses

Khofifah Indar Parawansa Masuk Jajaran Ketua Tanfidzyah PBNU, Apa Tugasnya?

Liputan6.com, Jakarta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memilih Khofifah Indar Parawansa dalam jajaran ketua Tanfidzyah PBNU dalam Harlah ke-96 NU di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menjelaskan, bahwa NU perlu peran Khofifah Indar Parawansa karena memiliki kemampuan sebagai seorang teknokrat.

Ia mengaku bahwa memilih Khofifah, termasuk Alissa Wahid, di struktural PBNU bukan karena masalah gender, tetapi lebih ke kualitas dan kebutuhan peran keduanya.

"Kalau ada yang lebih baik dari Mbak Khofifah, mungkin dia tidak saya ajak masuk. Bagi yang mempertanyakan kualitasnya, cari yang lebih baik dan tunjukkan ke saya. Tapi, saya yakin di Indonesia tak ada yang lebih teknokrat dari dia," ucapnya dilansir Antara, Kamis (17/2/2022).

Ketum PBNU yang akrab disapa Gus Yahya menginginkan ormas yang saat ini dipimpinnya mampu mengurus layaknya pemerintahan. Sehingga, kata dia, diperlukan kecakapan teknokrasi.

Ia juga akan meminta Khofifah berkeliling ke seluruh PWNU se-Tanah Air untuk mengajar tentang pendidikan teknokrasi kepada seluruh pengurus, baik di tingkat provinsi maupun cabang.

"Tapi, sebelum ke luar provinsi, tolong ajarkan tentang teknokrasi di tubuh PWNU Jatim. Setelah tingkat provinsi, kemudian cabang-cabang," kata Gus Yahya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir sejumlah pengurus tanfidziyah, rais syuriah PBNU maupun Ketua PWNU se-Tanah Air. Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menjelaskan bahwa rangkaian Harlah NU puncaknya digelar di Kabupaten Bangkalan, Madura, yang dipilih karena menjadi tanah kelahiran Kiai Haji Syaichona Kholil.

Saksikan video pilihan berikut ini