Sukses

Penampakan Miss K dan Misteri Kolam Renang di Apartemen Surabaya

Liputan6.com, Surabaya - Sebuah bangunan apartemen berdiri kokoh di tengah ramainya pusat Kota Surabaya. Sekilas, bangunan apartemen Surabaya yang terdiri dari lima tower tersebut tampak angker.

Tidak ada lagi penampakan sisa-sisa masa kejayaan bangunan tersebut, hanya kesan mistis dan suram yang tertinggal. Dikutip dari berbagai sumber, bangunan yang berdiri sejak 1994 itu dibuat di atas tanah persawahan.

Sejak didirikan di Surabaya, tak sedikit orang yang mengatakan bahwa apartemen ini berhantu. Proses pembangunannya pun dipenuhi dengan cerita mistis. Berdasarkan informasi yang beredar, tanah persawahan tempat awal berdirinya apartemen ini sering sekali ditemukan mayat tanpa identitas.

Konon proses saat pembangunannya beberapa pekerja sempat jatuh dari atas gedung dan meninggal dunia. Berdasarkan kesaksian salah satu warga, apartemen yang memiliki fasilitas seperti kolam renang, sauna, dan tempat fitness, drugstore, dan meeting room ini juga sempat meninggalkan sebuah kejadian mengenaskan pada 2001.

Area kolam renang yang terletak di bagian pojok belakang apartemen Surabaya itu pernah menelan korban jiwa. Ceritanya, ada anak penghuni apartemen tersebut yang tewas tenggelam di kolam renang tersebut.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Menelan Korban

Tak hanya itu, ada juga cerita salah satu murid tenggelam di kolam tersebut dan tersambar petir. Padahal saat itu, kolam berenang dalam keadaan ramai.

Cerita mistis apartemen ini diperkuat kesaksian beberapa penghuni apartemen yang masih bertahan hingga saat ini. Seringkali pada pukul 00.00, air kolam renang berombak padahal area kolam kosong.

Bahkan, warga atau penyewa parkir baru sering dijahili seperti dilempari pasir. Warga sekitar sering menjumpai penampakan makhluk halus dengan wujud seorang perempuan berambut panjang terurai dengan baju putih lusuh.

Sosok makhluk halus tersebut dijuluki Miss K yang kerap kali menampakan diri di jendela bangunan apartemen Surabaya itu.

(Tifani)