Sukses

Banyak Pedagang Nakal, Khofifah Kerahkan Satgas Pangan Kontrol Harga Minyak Goreng

Liputan6.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta jajaran Satgas Pangan turun langsung memastikan keseragaman harga minyak goreng di masyarakat. Pasalnya banyak laporan yang menyebutkan bahwa masih ada pedagang nakal yang menjual minyak goreng di atas harga Rp14 ribu.

"Satgas Pangan juga harus ikut memastikan rantai pasokan minyak goreng aman," ujarnya di Surabaya, Senin.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat telah menerapkan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14 ribu per liter. Satgas Pangan di setiap daerah pun diharapkan ikut memantau pelaksanaan penerapan minyak goreng satu harga itu.

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut menegaskan bahwa stok minyak goreng dipastikan aman karena negara telah menyiapkan dana subsidi dari production cost.

"APRINDO, toko ritel dan semua elemen terkait diharapkan bisa melaksanakan arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa harga minyak goreng sampai pada konsumen terakhir adalah Rp14 ribu," ucap dia.

Di luar toko ritel, kata Khofifah, untuk harga di pasar tradisional masih diberi kesempatan melakukan penyesuaian harga dalam kurun waktu sepekan.

 

2 dari 2 halaman

Toko-toko Kehabisan

Sementara itu, pantauan di beberapa pasar dan toko swalayan, terlihat tak ada minyak goreng yang berada di rak. Salah seorang karyawan mengaku stok sedang kosong karena habis dibeli oleh pelanggan.

"Stok kosong minyak goreng karena habis diserbu warga. Ada batasan per orang maksimal satu kemasan isi dua liter. Tidak tahu kapan datang lagi," kata karyawan yang enggan namanya disebut itu.

Di Surabaya, Pemkot setempat memastikan telah melakukan pemantauan stok maupun kebijakan minyak goreng satu harga yang ada di toko ritel modern.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan telah melakukan pemantauan stok dan Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah toko ritel modern.

"Hasil pemantauan harganya tetap Rp14 ribu dan stoknya masih aman. Makanya saya bingung di titik tertentu ada yang menyampaikan sampai kehabisan, sampai langka," kata Eri Cahyadi.