Sukses

Fakta Unik Dibalik Berburu Harta Karun di Lumpur Lapindo

Liputan6.com, Jakarta Semburan Lumpur Lapindo di kembali menjadi biah bibir usai disebut-sebut menyimpan harta karun berharga yang menjadi incaran negara-negara besar di penjuru dunia.

Temuan harta karun di kawasan lumpur lapindo tersebut dijelaskan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Element.

Bahkan, Kementerian ESDM mencatat adanya potensi logam Raw Critical Material di lapisan bekas semburan lumpur lapindo. jumlah logam Raw Ciritical Material diperkirakan lebih banyak dari kapasitas Logam Tanah Jarang di daerah tersebut.

"Selain logam tanah jarang ada logam lain termasuk Critical Raw Material, yang jumlahnya lebih besar," jelas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono belum lama ini.

Namun demikian, belum banyak yang orang lain tidak tahu mengenai sisi lain dari peristiwa lumpur lapindo. Dari informasi yang dihimpun, kawasan di lumpur lapindi memiliki cerita menarik.

Berdasarkan informasi yang didapat dari berbagai sumber menyebutkan, di kawasan lumpur lapindo ada juga sebuah pulau indah yang timbul dari sedimentasi lumpur. Letaknya berada di Desa Tlocor, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Bentangan alam unik dan indah yang terbentuk dari luapan lumpur tersebut bernama Pulau Sarinah. Seperti goresan yang tercipta di tengah aliran lumpur lapindo.

Saksikan video pilihan berikut ini

2 dari 2 halaman

Ditanami Warga

Diketahui, terbentuknya pulau ini berasal dari aliran lumpur yang terjadi bertahun-tahun. Sehingga terjadi sedimentasi yang tinggi hingga terbentuk pulau dari sedimentasi lumpur.

Pada awalnya pulau ini hanya hamparan tanah dari endapan lumpur, kemudian warga berinisiatif untuk menanam sejumlah tanaman termasuk pohon bakau. Namun tidak disangka, tanaman itu tumbuh sangat subur sehingga pulau ini dipenuhi dengan tanaman membuat udara sejuk jika berada di Pulau Sarinah.

Pulau yang memiliki luas kurang lebih 90 hektar ini akan memanjakan mata kita saat pagi hari ketika matahari terbit. Tidak jarang pengunjung mendapatkan sajian kombinasi antara cahaya matahari dengan pasir hitam yang terbentang di pulau itu.

Tidak perlu risau untuk bisa mencapai Pulau Sarinah, karena terdapat banyak perahu yang siap mengantarkan (pulang-pergi) menuju pulau indan dan eksotik tersebut.

Tarif perahu yang ditawarkan sangat bervariatif mulai dari Rp150.000 sampai Rp200.000.

Untuk bisa mencapai pulau ini, wisatawan bisa melewati Jembatan Porong.

Kemudian belok kiri ke arah timur sekitar 150 meter hingga tiba di Dermaga Tlocor. Dermaga ini merupakan inisiatif warga guna memudahkan perahu yang akan labuh maupun mendarat.

Penulis : Devteo Mahardika Prakoso