Sukses

Uniknya Suara Ombak di Pantai Goa Cina Malang

Liputan6.com, Jakarta Keindahan alam Indonesia nampaknya tidak habis- habisnya untuk ditelusuri. Salah satunya pantai yang ada di kawasan Malang Jawa Timur.

Berwisata ke pantai juga dapat menenangkan fikiran dan hati kita. Apalagi, objek wisata yang dikunjungi belum banyak diketahui orang lain.

Menikmati pantai di daerah Jawa Timur dengan segala eksotisme dan deburan ombak. Bisa membuat pikiran kita menjadi tenang.

Salah satunya di Pantai Goa Cina yang berada di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiajo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Jawa Timur. Nama lain dari pantai Goa Cina yakni Pantai Rowo.

Pantai tersebut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan lokasi lain yang ada di wilayah Malang. Pengunjung akan disambut dengan hamparan pasir putih di sepanjang Pantai Cina Malang.

Diketahui, pantai ini memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri diantara pantai lain. Yakni adanya pertemuan gelombang air laut dari arah barat, selatan dan timur.

Dari pertemuan gelombang ombak itu menghasilkan suatu yang sangat unik dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Sementara itu, pantai tersebut dinamakan Pantai Goa Cina Malang karena terdapat pertapa Cina bermeditasi di goa yang berada disalah satu sisi pantai tersebut.

Saksikan video pilihan berikut ini

2 dari 2 halaman

Petapa Cina

Usai bertapa, diketahui sang petapa meninggalkan jejak berupa goresan- goresan hanzi Mandarin. Berhubung banyak orang yang tidak mengerti apa arti tulisan tersebut, masyarakat memberi nama pantai tersebut pantai Goa Cina.

Dari sejarah tersebut, nama pantai Rowo Indah kalah pamor dengan nama pantai Goa Cina. Namun, tak perlu khawatir, di kawasan pantai ini sudah terdapat fasilitas penunjang.

Seperti warung makan, mushola, kamar mandi dan tempat parkir sudah disiapkan oleh pengelola. Bahkan, dikabarkan pengunjung bisa bermalam di kawasan Pantai Goa Cina ini.

Oleh karena itu, kalian bisa menikmati waktu liburan dengan keluarga atau pasangan kalian akan terasa menyenangkan.

Penulis : Devteo Mahardika Prakoso